Home / Berita Terkini / Headline

Senin, 13 November 2023 - 10:28 WIB

Bahaya Tersembunyi! Risiko Diabetes Melonjak 55 Persen Akibat Kecanduan Gorengan

Hati-hati! Doyan Makan Gorengan Picu Risiko Diabetes hingga 55 Persen (Foto: Istimewa)

Hati-hati! Doyan Makan Gorengan Picu Risiko Diabetes hingga 55 Persen (Foto: Istimewa)

Info Warga – Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, gorengan adalah makanan yang tidak lepas dari keseharian. Gorengan memang sangat sering dikonsumsi, baik sebagai lauk pauk ataupun camilan.

Meski rasanya enak, gorengan ternyata merupakan salah satu makanan yang sebaiknya tidak dikonsumsi berlebihan. Sebab, makanan ini bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit diabetes.

Spesialis penyakit dalam dr Farid Kurniawan, SpPD, PhD, menjelaskan gorengan memiliki kalori yang sangat tinggi, bahkan melebihi karbohidrat dan protein. Menurutnya, kalori tersebut berasal dari kandungan lemak yang ada pada gorengan.

“Dibandingkan karbohidrat atau protein, kandungan kalorinya paling tinggi untuk lemak. Kalau kalorinya tinggi dalam tubuh kita, dan tubuh kita tidak mampu menyimpan, dia akan disimpan dalam bentuk lemak tubuh. Lemak tubuh yang berlebih akan menghasilkan zat-zat kimia semacam asam lemak bebas yang mengganggu kerja hormon yang memetabolisme atau membakar gula di dalam tubuh,” terang dr Farid kepadamawak media pada acara Tropicana Slim #Hands4Diabetes 2023 ‘Education to Protect Tomorrow’ di Jakarta Pusat, Minggu (12/11/2023).

Lebih lanjut, dr Farid mengatakan berdasarkan hasil penelitian yang ada, mengonsumsi gorengan tiga kali seminggu secara rutin dapat meningkatkan risiko diabetes sekitar 20 persen.

“Kalau tujuh kali dalam seminggu meningkatkan (risiko) lebih dari 55 persen,” sambungnya.

Kendati demikian, dr Farid menuturkan mengonsumsi gorengan sebenarnya boleh-boleh saja selama dibatasi dan dalam jumlah yang tidak berlebihan.

“Bukan berarti nggak boleh makan gorengan sama sekali. Boleh, tapi dibatasi. Kalau misalnya dalam satu bulan cuman makan 3 kali dalam seminggu, tapi sisa minggunya nggak makan. Kalau dirata-rata cuman kurang dari 1 kali seminggu sebenarnya kan. Jadi semakin sedikit semakin baik,” tandasnya. (Dari berbagai sumber/ Nia Dwi Lestari).

Share :

Berita terkait

Berita Terkini

Iseng Judi Tunggu Waktu Sahur, 4 Warga Serang Terpaksa Berurusan dengan Polisi

Berita Terkini

Panitia Siapkan Shuttle Bus dari Stasiun Rawabuntu untuk Pameran Sepeda Motor IMOS+

Berita Terkini

Kompolnas Apresiasi Pendekatan Kearifan Lokal yang Dilakukan Polri Saat Pengamanan KTT G20

Berita Terkini

Cara Praktis Mengisi Pulsa by.U Tanpa Ribet

Berita Terkini

Kadiv Humas Polri Minta Jajaran Tingkatkan Kemampuan Persiapan Hadapi Tantangan Global

Berita Terkini

Mengungkap 7 Fakta Menarik Mengenai Mycoplasma Pneumonia, Tak Lebih Mematikan dari Covid-19

Berita Terkini

Pemprov DKI Jakarta Terus Gelar Razia Uji Emisi Setiap Pekan Hingga Desember 2023

Berita Terkini

Gunakan Teknologi Canggih, CTC Tingkatkan Visibilitas Akun TikTok dan Raih Cuan Melimpah