Home / Berita Terkini

Selasa, 28 Juni 2022 - 17:54 WIB

Balita Ditemukan Tewas Membusuk di Rumah Nenek Korban di Surabaya, Begini Respon Komnas PA Atas Perisitiwa Mengerikan Itu

Arist Merdeka Sirait sebagai Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

Arist Merdeka Sirait sebagai Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak

InfoWarga – Tragis, keji kejam seorang ibu warga Silawankerto di Jawa Timur membantu suaminya melakukan kekerasan fisik dan penganiayaan terhadap anak kandung sendiri berusia 1.5 tahun hingga menimggal dunia,  membusuk dan mengeluarkan bau menyengat di rumah nenek korban.

Menurut hasil pematauan dan litigasi dari Tim Litigasi dan Rehabilitasi Sosial Anak Komnas Perlidungan Anak, kasus kekerasan fisik diikuti dengan penganiayaan diawali dengan kekesalan ibu kandungnya atas kerewelan anaknya, lalu melakukan kekerasan fisik dengan cara memukul, menendang, hingga membenturkan kepala anaknya ke tembok kamar serta membanting  tubuh korban ke tempat tidur dan disinyalir dilihat dan diketahui ayah korban.

Pada saat kedua orangtuanya menghadiri salah kegiatan  di Yojakarta ibu korban menitipkan anaknya  yang masih Balita itu ke Nenek korban di Silawankerto, menurut keterangan Polisi dan warga setempat diduga korban dititipkan ibu korban sudah dalam keadaan sakit dan Kritis.

Mengingat keterbatasan nenek korban, ternyata korban sudah meninggal dunia selama empat hari di kamarnya.

Mencium aroma tak sedap dan menyengat dari rumah nenek korban lantas warga masyarakat Silawankerto melaporkan kejadian tragis dan keji ini kepada Polisi dan saat ini pelaku ibu korban telah ditangkap dan ditahan di Polrestabes Surabaya untuk dimintai pertanggungjawan  perbuatannya.

Atas peristiwa tragis dan sadis ini Komisi Nasional Perlindungan Anak sebagai institusi perindungan Anak independen mendesak dan mendorong Polrestabes Surabaya menjerat pelaku dengan ketentuan pasa 81 UU RI No. 35 Tahun 2014 tentang perubahan kedua atas UI RI No. 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan acaman penjara maksimal 15 tahun.

Mengingat pelakuya adalah orangtua kandung korban maka pidana pokok dapat ditambahka sepertiga dari pidana pokok  sehingga pelaku dapat dipidana 20 tahun penjara, demikian disampaikan Arist Merdeka Sirait sebagai Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak dalam keterangan pressnya  setelah mendapat Laporan dari Tim Litigasi dan Rehabilitasi Sosial Anak di Surabaya Selasa (28/06/2022).

 

Share :

Berita terkait

Berita Terkini

4 Jus Segar yang Efektif Membasmi Perut Buncit dan Lemak Perut

Berita Terkini

Pemerintah Gandeng Perusahaan CTC untuk Terapkan Teknologi IOT untuk Visibilitas Akun

Berita Terkini

Ketahui Cara Mudah Cairkan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Berita Terkini

Cinta Segitiga Ahn Hyo Seop dan Jeon Yeo Bin Dalam Sinopsis Drama A Time Called You

Berita Terkini

Yoedu Bantu dan Bimbing Siswa Dapat Beasiswa ke Kampus Terbaik di China

Berita Terkini

Olimpiade Produk Nasional 2023 di ITS Sediakan Golden Ticket sebagai Hadiah Utama

Berita Terkini

Ini Wajah Pelaku Pencurian Motor yang Berhasil Diringkus Satreskrim Polres Lebak

Berita Terkini

Asuransi Astra Perkenalkan Garda M-Klinik dan Express Appointment untuk Meningkatkan Layanan Kesehatan