Home / Berita Terkini

Jumat, 20 Oktober 2023 - 16:58 WIB

Memahami Sejarah Hari Santri Nasional yang Selalu Diperingati pada 22 Oktober

Hari Santri Nasional (Foto: Istimewa)

Hari Santri Nasional (Foto: Istimewa)

Info Warga – Berikut ini sejarah hari santri nasional yang akan diperingati pada tanggal 22 Oktober 2023.

Sejarah hari santri diawali dengan kembalinya tentara Belanda ke Indonesia untuk merebut wilayah jajahan setelah Jepang kalah dalam Perang Dunia II.

Saat itu, Indonesia sudah mendeklarasikan kemerdekaannya.

Tentara Belanda datang ke Pulau Jawa dan hendak menguasai Surabaya.

Seorang tokoh pemuda bernama Soekarno bertanya kepada KH. Hasyim Asy’ari tentang makna mempertahankan kemerdekaan Indonesia dari Belanda.

KH. Hasyim Asy’ari lalu menjawab dengan tiga fatwa, yang terdiri dari:

  • Hukum memerangi orang kafir yang merintangi kemerdekaan Indonesia adalah fardlu’ain bagi setiap orang Islam
  • Hukum orang yang meninggal dalam perang melawan NICA (Tentara Belanda) dan komplotannya adalah mati syahid
  • Hukum orang yang memecah persatuan Indonesia adalah wajib dibunuh.

Atas dasar fatwa ini, para ulama se-Jawa dan Madura mengukuhkan Resolusi Jihad dalam rapat yang digelar pada tanggal 21-22 Oktober 1945 di kantor Pengurus Besar Nahdatul Ulama (NU) di Bubutan, Surabaya, Jawa Timur seperti dijelaskan di laman Kemdikbud.

Hasilnya, fatwa Resolusi Jihad Fi Sabilillah ini disebarkan melalui masjid, mushala, dan gethuk tular (dari mulut ke mulut).

Selain Hizbullah dan Sabilillah, anggota laskar lainnya juga pergi ke Surabaya.

Setelah terbitnya Resolusi Jihad, tokoh pahlawan nasional, Bung Tomo, memberikan pidato untuk menggelorakan semangat rakyatnya.

Sebelumnya, Bung Tomo menemui KH. Hasyim Asy’ari di Pesantren Tebuireng.

Hasyim Asy’ari menyarankan pekik takbir harus senantiasa mengiringi pidato Bung Tomo.

Resolusi Jihad berhasil menjadi pegangan spiritual bagi para pemuda pejuang di kawasan Jawa dan Madura.

Ultimatum dari Belanda sama sekali tidak meruntuhkan mental pejuang dan rakyat Surabaya.

Para ulama juga menjadi garda depan pertempuran di Surabaya.

Dalam pertempuran sengit itu, pemimpin Sekutu Brigadir Jenderal Aulbertin Walter Sothern Mallaby tewas.

Penetapan Hari Santri

Persatuan pemuda dalam pertempuran Surabaya tidak dapat dilepaskan dari Resolusi Jihad 22 Oktober 1945, yang kini diperingati sebagai Hari Santri Nasional.

Hari Santri Nasional ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 22 Oktober 2015 di Masjid Istiqlal Jakarta.

Penetapan Hari Santri Nasional bertujuan mengingat dan meneladani semangat jihad para santri yang merebut dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia yang digelorakan para ulama. Hari Santri Nasional resmi diperingati setiap tanggal 22 Oktober. (Dari berbagai sumber/ Nia Dwi Lestari).

 

Share :

Berita terkait

Berita Terkini

Waspada! Pencuri Pakaian Dalam Wanita Membawa Sajam

Berita Terkini

Gelaran K-Food Fair Indonesia 2023 untuk Mengenal Lebih Jauh Kuliner Korea

Berita Terkini

Daftar Harga Terbaru LPG Nonsubsidi di Seluruh Indonesia

Berita Terkini

Aplikasi SIKASEP Permudah Masyarakat Buat Surat Kehilangan Tanpa Harus Datang ke Polsek dan Polres

Berita Terkini

Kompolnas Beri Dukungan Program Quick Wins Polri

Berita Terkini

Polsek Tambora Gelar Baksos Pemeriksaan dan Pembagian Kacamata Gratis

Berita Terkini

Jangan Panik Saat Anak Kejang, Orangtua Wajib Lakukan 5 Hali Ini

Berita Terkini

Bangunan Indonesia Ini Seperti di Negeri Dongeng