Home / Berita Terkini

Kamis, 29 Juni 2023 - 15:35 WIB

Warga Panik Pabrik Bir Bocor, Pelabuhan Jepang Mendadak Merah

Ilustrasi Pelabuhan Merah (Foto Istimewa)

Ilustrasi Pelabuhan Merah (Foto Istimewa)

Info Warga- Sebuah pelabuhan di Jepang mendadak berubah menjadi merah darah hingga membuat warga khawatir. Pabrik Bir Orion menerangkan pewarna makanan yang bocor ke sungai sehingga menyebabkan pelabuhan berubah warna tetapi ini tidak menimbulkan risiko kesehatan

Hal ini mendorong permintaan maaf dari pabrik bir. “Meminta maaf karena menyebabkan masalah dan kekhawatiran yang sangat besar” bagi penduduk kota Nago. Orion membuat bir eponymous yang terkenal dengan rasanya yang lembut. Minuman ini juga merupakan bir khas Okinawa tropis.

Otoritas kesehatan Amerika Serikat mengatakan propilen glikol, yang digunakan untuk menyerap kelebihan air dan diakui aman untuk digunakan dalam makanan. Kebocoran ini diyakini berasal dari salah satu sistem pendingin tempat pembuatan bir dan System pendingin itu bocor ke sungai melalui talang hujan.

Presiden Orion Breweries Hajime Murano mengatakan bahwa sedang menyelidiki bagaimana kebocoran itu terjadi hingga mereka akan mengambil tindakan untuk mencegah insiden seperti itu terjadi lagi. Nago terkenal dengan kegiatan memancing dan perkebunan nanasnya.

(Dari Berbagai Sumber/Nita)

Share :

Berita terkait

Berita Terkini

5 Cara Bijak Mengelola Uang Saat Liburan dan Menghindari Pembelanjaan yang Tak Direncanakan

Berita Terkini

Perhatian! Begini Cara yang Benar Kirim Paket Lion Parcel Melalui Aplikasi

Berita Terkini

Pemuda Ini Antusias Ikuti Vaksinasi, Namun Selalu Gagal Disuntik Vakson Booster, Kenapa?

Berita Terkini

Jaga Puluhan Vihara, Pasukan Gabungan Amankan Perayaan Imlek di Jakbar

Berita Terkini

Catat! Sanksi Tegas Bagi Pelanggar Tata Tertib Tes SKD CPNS

Berita Terkini

Perbandingan Hasil Driver Ojol Gojek, Maxim dan Grab

Berita Terkini

Ruben Onsu Rayakan 10 Tahun Pernikahan, Hadiahi Sarwendah dengan Kado Spesial

Berita Terkini

Ini Tampang Oknum Debt Collector Kredivo yang Kerap Tebar Ancaman ke Korban