Info Warga – Stretch mark pada masa kehamilan muncul akibat proses peregangan kulit. Proses ini mulai terjadi saat kehamilan masuk trimester 2. Stretch mark muncul karena kulit meregang melebihi kapasitasnya.
Hal ini sering menjadi masalah karena kulit di area perut menjadi kurang enak dipandang. Berikut ini beberapa penyebab utama munculnya stretch mark pada ibu hamil. Dengan mengetahuinya, maka risiko munculnya stretch mark bisa dikurangi.
Kulit Mengalami Dehidrasi
Salah satu alasan kenapa guratan muncul bahan semakin parah di trimester akhir adalah karena kulit mengalami dehidrasi. Ketika kulit mengalami dehidrasi elastisitas kulit pun berkurang drastis. Akibatnya, guratan-guratan akan muncul sebagai tanda jika kulit sudah meregang melebihi kapasitasnya.
Salah satu cara untuk mencegah dehidrasi adalah dengan mengkonsumsi air putih yang cukup selama masa kehamilan. Saat suplai air pada tubuh cukup, maka kulit akan terhidrasi.
Tingkat elastisitas kulit pun lebih besar. Artinya, kulit lebih lentur walaupun meregang saat masa kehamilan. Guratan-guratan pun tidak akan muncul ketika kulit meregang.
Peningkatan Hormon Kortisol
Beberapa hormon dalam tubuh meningkat di masa kehamilan, termasuk kortisol. Sayangnya, semakin tinggi tingkat hormon kortisol dalam tubuh, maka tingkat elastisitas kulit semakin berkurang. Kulit akan semakin mengencang sehingga mengalami kesulitan ketika terjadi proses peregangan.
Hal inilah yang memicu munculnya stretch mark di masa kehamilan. Biasanya, hormon kortisol meninggi saat hamil karena ibu hamil tersebut mengalami stres.
Karena itu, usahakan untuk tetap santai dan tenang selama masa kehamilan sehingga hormon kortisol tetap stabil. Dengan begitu, kemungkinan munculnya stretch mark bisa dikurangi.
Kurang Melakukan Aktivitas Fisik
Walaupun tidak boleh terlalu lelah, Anda tetap harus melakukan aktivitas fisik selama masa kehamilan. Anda bisa berjalan kaki di pagi hari selama 30 menit dan melakukan aktivitas fisik ringan lainnya. Aktivitas ini akan menstabilkan metabolisme dalam tubuh sehingga bisa bekerja secara optimal.
Ketika tubuh bekerja optimal, maka kulit pun bisa meregang lebih luas. Dengan begitu, guratan-guratan di sekitar perut pun tidak akan muncul. Aktivitas fisik ringan di luar rumah juga membuat tubuh mendapatkan vitamin D alami dari sinar matahari.
Kurang Mengkonsumsi Makanan Sehat
Beberapa ibu hamil memang suka sekali makan. Walaupun begitu, bukan berarti Anda bisa makan sembarangan selama hamil. Makanan yang tidak sehat tersebutlah yang memperbesar munculnya guratan-guratan di sekitar perut.
Karena itu atur pola makan Anda dengan makanan sehat dan bergizi. Perbanyak makan sayur dan buah agar kelembaban tubuh tetap terjaga. Kesehatan tubuh pun juga terjaga selama masa kehamilan.
Fakta Seputar Stretch Mark yang Perlu Diketahui
Banyak ibu-ibu yang mencari cara agar stretch mark hilang setelah melahirkan. Mereka rela mengeluarkan dana yang besar untuk menghilangkan guratan-guratan di sekitar perut tersebut. Faktanya, stretch mark yang sudah terlanjur muncul sudah tidak bisa hilang.
Karena itu, Anda harus mencegah kemunculannya selama masa kehamilan. Coba lakukan hal-hal yang bisa mencegah munculnya stretch mark, seperti minum air putih, berjemur di bawah sinar matahari, dan lain-lain.
Oleskan juga Cream penghilang stretchmark secara teratur sesuai anjuran, khususnya saat mulai masuk trimester 2.
Trimester 2 adalah waktu di mana janin berkembang sehingga kulit mulai menyesuaikan dengan melakukan proses peregangan. Cream stretch mark ibu hamil seperti cream stretch mark Dermama adalah salah satu contoh krim yang bisa Anda gunakan.
Lakukan cara-cara tersebut setidaknya mulai trimester 2 untuk bantu strecthmark sejak hamil. Dengan begitu, Anda tidak perlu menyesalinya setelah melahirkan, apalagi setiap kali Anda melihat guratan- guratan tersebut di cermin.







