Info Warga – Kabar meninggalnya seorang peserta Latihan Dasar Militer (Latsarmil) dalam program pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang berlangsung di Rindam VI Mulawarman Balikpapan Kalimantan Timur menjadi perhatian publik setelah ramai diperbincangkan di media sosial.
Informasi tersebut awalnya beredar melalui unggahan akun Threads yang menyebut seorang peserta perempuan meninggal dunia saat mengikuti pelatihan.
Dalam unggahan itu juga muncul dugaan bahwa korban sempat pingsan sebelum akhirnya dinyatakan meninggal diberitakan akun @omsottamks.
Unggahan tersebut kemudian memicu berbagai tanggapan dari warganet. Sejumlah akun mengaku mengenal almarhumah dan membenarkan kabar duka tersebut. Mereka juga menyampaikan bahwa jenazah telah dipulangkan ke daerah asal untuk dimakamkan.
Salah seorang warganet yang mengaku sebagai teman almarhumah menyampaikan bahwa proses pemulangan jenazah dibantu oleh pihak satuan pendidikan di Kalimantan Timur hingga pemakaman selesai dilaksanakan. Ia juga meminta masyarakat tidak berspekulasi dan menghormati privasi keluarga.
Di sisi lain, beredar dugaan di media sosial yang mengaitkan penyebab meninggalnya peserta dengan aktivitas latihan. Namun, hingga kini informasi tersebut belum dapat dipastikan kebenarannya dan belum ada hasil pemeriksaan resmi yang menyatakan penyebab kematian.
Saat dikonfirmasi, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) VI/Mulawarman, Kolonel Inf. Gatot Teguh Waluyo, membenarkan adanya seorang peserta yang meninggal dunia.
Ia menjelaskan bahwa almarhumah merupakan peserta SPPI asal Jawa Timur yang mengikuti Latihan Dasar Militer di bawah pembinaan Rindam VI/Mulawarman di Kalimantan Timur.
“Memang benar pemberitaan tersebut. Meninggalnya salah satu siswi SPPI karena sakit. Almarhumah merupakan peserta kiriman dari Jawa Timur yang mengikuti latihan dasar di bawah Rindam,” ujar Gatot.
Kapendam menambahkan, hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui secara menyeluruh kronologi kejadian. Hasil pemeriksaan akan disampaikan setelah proses tersebut selesai.
Pihak Kodam VI/Mulawarman juga belum memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai riwayat kesehatan peserta maupun hasil pemeriksaan medis. Karena itu, penyebab pasti meninggalnya peserta masih menunggu hasil pendalaman resmi dari pihak berwenang.







