Waspada! 7 Gejala Kencing Manis yang Sering Terlupakan, Jangan Diabaikan

Jangan Anggap Sepele, 7 Gejala Kencing Manis Ini Jarang Disadari (Foto: Istimewa)

Info Warga — Gejala kencing manis umumnya berupa 3P, yakni poliuri, polodipsi, dan polipagia. Namun, ternyata ada gejala lain yang kerap tidak disadari.
Poliuri sendiri berarti intensitas buang air kecil yang tinggi, utamanya di malam hari. Sementara polidipsi berarti mudah haus, dan polipagia adalah mudah lapar.

Kencing manis atau yang secara medis dikenal juga sebagai diabetes merupakan penyakit kronis dan progresif.

Bacaan Lainnya

Gejala kencing manis yang jarang disadari
Selain ketiga hal di atas, ada beberapa gejala kencing manis lainnya yang jarang disadari. Berikut di antaranya.

1. Infeksi berulang

Kadar gula dalam darah yang tinggi melemahkan sistem kekebalan tubuh sehingga lebih rentan terkena penyakit. Anda pun bisa mengalami infeksi berulang yang mencakup infeksi vagina, jamur, kandung kemih, dan kulit.

Menurut Healthline, terlalu banyak gula dalam darah membuat sel darah putih sulit bergerak. Kemampuan melawan infeksi pun menurun.

2. Sakit kepala ringan

Sakit kepala ringan sering dikaitkan dengan kelelahan atau kelaparan. Orang nyaris tidak pernah curiga bahwa sakit kepala yang dialami disebabkan oleh penyakit kencing manis.

Kadar glukosa darah tinggi memicu sering buang air kecil sehingga dehidrasi. Kadar air rendah dalam tubuh juga mempengaruhi fungsi otak.

3. Gatal

Sering gatal-gatal? Rupanya gatal pada kulit jadi salah satu tanda kencing manis.

Kenaikan gula darah dan kencing manis yang tidak terdiagnosis bisa merusak serabut saraf di seluruh tubuh. Kerusakannya bisa di mana saja, tapi yang umum menyerang saraf di tangan dan kaki.

Kerusakan saraf akan memicu rasa gatal. Kenaikan kadar gula juga bisa mengeringkan kulit lalu timbul gatal dan kulit mengelupas.

4. Kesemutan dan mati rasa

Kerusakan saraf akibat kencing manis atau neuropati diabetik akan memicu kesemutan dan mati rasa.

Kencing manis memengaruhi cara saraf mengirim dan menerima pesan. Neuropati perifer, misalnya, akan mengakibatkan kesemutan dan mati rasa pada lengan, tangan, kaki, jari tangan atau tungkai.

5. Penglihatan kurang jernih

Penglihatan bisa terganggu saat kadar gula darah tinggi. Kelebihan gula mampu merusak pembuluh darah kecil di mata sehingga penglihatan tidak terlalu jernih.

Benda-benda terlihat kabur atau Anda bisa kesulitan membaca tulisan yang jauh. Jika tidak ditangani, Anda bisa saja melihat bintik atau garis gelap mengambang.

6. Gangguan pendengaran

Kencing manis bisa ditandai dengan gangguan pendengaran. Gula darah tinggi dalam jangka panjang akan merusak pembuluh darah kecil dan saraf telinga bagian dalam.

Sementara gula darah rendah jangka panjang merusak cara telinga bagian dalam mengirimkan sinyal saraf ke otak.

7. Napas berbau buah

Meski tidak makan buah, napas bisa berbau buah saat kadar gula darah begitu tinggi. Napas bau buah jadi salah satu gejala kencing manis yang tidak disadari.

Napas bau buah biasa disebut ketoasidosis diabetikum. Kondisi ini terjadi saat tubuh tak bisa memakai insulin untuk memproduksi energi.

Akibatnya, tubuh akan memecah sel lemak. Proses pemecahan ini menghasilkan asam yang dikenal sebagai keton. Hal ini-lah yang memicu napas berbau buah.

Jangan pernah mengabaikan tanda-tanda kesehatan yang mungkin terlewatkan. Kesadaran akan gejala kencing manis dapat menjadi langkah awal menjaga kesehatan dengan lebih baik. Semoga informasi ini bermanfaat dan dapat menginspirasi untuk lebih peduli terhadap tubuh kita sendiri. Tetaplah sehat dan waspada! (Dari berbagai sumber/ Nia Dwi Lestari).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *