Ustaz Viral: Umat Muslim Harus Perbanyak Kegiatan Spritual dalam Meyambut Bulan Puasa

Ustaz Abdul Malik Hamzah

Info Warga – Menjelang 1 Ramadhan 1447 H, Ustaz Abdul Malik Hamzah memberikan wejangan dan nasehat untuk umat Islam agar mendapatkan banyak pahala.

Ustaz Malik memberikan semangat untuk Masyarakat khususnya warga Jakarta untuk memperbanyak kegiatan spiritual dalam menyambut bulan puasa bersama keluarga.

Bacaan Lainnya

“Warga dapat mengadakan kumpul-kumpul seperti makan bersama keluarga besar bisa juga dengan tetangga atau para warga, selain itu juga bisa melakukan maaf-maafan. Gunanya untuk mempererat ukhuwah Islamiyyah atau silaturahmi tetap terjaga,” tutur Ustaz Malik kepada wartawan di Jakarta Barat, Sabtu (14/2/2026).

Menurutnya, sebagai muslim saat menyambut bulan suci Ramadhan, kita disunahkan untuk ziarah kubur keluarga, orang tua, kakek, nenek dan keluarga lainnya.

“Karena ziarah kubur untuk menyekar sambil membersihkan makam tersebut lalu mendoakan seperti membaca surat Yasin, tahlil, tahmid, zikir dan doa,” ujarnya.

Ustaz ramah yang berprofesi sebagai Ketua RT di Palmerah ini melanjutkan, hal tersebut bertujuan untuk mendoakan Almarhum yang telah meninggal dunia.

“Karena orang yang sudah tiada (meninggal) sangat mengharapkan doa dari anaknya, seperti dalam dalil, ketika anak cucu dan keturunan Adam meninggal maka terputuslah kecuali tiga hal. Yaitu, anak soleh, solehah, sodakoh jariyah dan ilmu yang bermanfaat,” jelas pria yang populer dengan panggilan Ustaz Viral ini.

Masih dari penjelasannya, ziarah kubur juga mengingatkan kita akan kematian yang mana agar kualitas keimanan dan ketakwaan kita terus bertambah kepada Allah SWT.

“Kita juga harus enantiasa ibadah kita lebih rajin lagi dalam mengerjakan kebaikan kebaikan di dunia,” sambungnya.

Karena, dunia hanya sebatas sementara yang kekal nanti setelah kematian.

“Ibaratnya kita di dunia hanya menanam kebaikan-kebaikan dengan perbuatan yang diridhoi oleh Allah SWT, setelah kematian baru amal-amal kita menjadi saksi setelahnya,” tandasnya.

Ziarah di Masing-Masing Daerah

Ustaz Malik kembali mengatakan, bila berdasarkan masing-masing adat (tradisi) dari zaman  ke zaman masing-masing ada yang berbeda. Seperti di wilayah Jakarta (Betawi) pada umumnya ziarah dibawa semua keluarga untuk ikut membersihkan taman atau pemakaman sambil membawa alat-alat pembersih seperti sapuh, pengki, potong rumput dll.

“Karena hal tersebut salah satu kebersamaan, lalu setelah bersih baru memulai baca Yasin, tahlil, tahmid, zikir dan doa. Kenapa tidak dengan petugas saja yang membersihkan? Karena lebih baik dari anak-anak atau pihak keluarga yang ikut membersihkannya, seperti membaca Yasin, dll lebih bagus atau utama dari keluarga salah satu untuk menyenangkan Almarhum-almarhum yang telah meninggal,” paparnya.

“Mungkin di tempat lain hampir sama, hanya berbeda tempat saja. Ada juga yang tidak mau ribet atau belum menguasai dalam pembacaan Yasin dan tahlil mereka bisa membayar (sewa) ustadz yang ada di area pemakaman tersebut,” tambahnya.

Di tempat dan kesempatan yang sama, Ustaz Malik mengungkapkan, menurut agama hal tersebut sesuatu  yang sunah apabila dikerjakan dapat pahala kalaupun tidak dikerjakan tidak apa-apa.

إِنَّ رَبَّكَ يَأْمُرُكَ أَنْ تَأْتِيَ أَهْلَ الْبَقِيْعِ فَتَسْتَغْفِرُ لَهُمْ

Artinya: Tuhanmu memerintahkanmu agar mendatangi ahli kubur Baqi’ agar engkau memintakan ampunan buat mereka. (HR Muslim)

“Setelah ada perintah tersebut maka ziarah dibolehkan, karena untuk mendoakan dan mengurangi rasa sakit bagi almarhum alam kubur. Oleh karena itu kita sebagai anak yang Soleh wajib mendoakan orang tua atau keluarga baik yg sudah meninggal atau msh hidup, guna untuk mengurangi dosa,” katanya lagi.

Terakhir, Ustaz Malik berharap agar umat muslim tetap menjalankan perintah dan menjauhkan larangannya Allah SWT.

“Apa-apa yang diperintah oleh Allah SWT dan larangannya. Karena saat ini zaman semakin modern dan canggih dengan bermacam kegunaannya, baik HP yang lainnya. Karena itu kita sebagai muslim wajib menjaga anak anak agar tetap dalam wawasan orang tua dan tanamkan akidah, keimanan dan ketakwaan untuk anak-anak,” ujarnya menutup pembicaraan.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *