Home / Berita Terkini

Jumat, 15 Desember 2023 - 18:51 WIB

4 Rekomendasi Alat Tes Antigen Covid-19 Mandiri untuk Deteksi Dini di Rumah

Rekomendasi Alat Tes Antigen Covid-19 Mandiri untuk Deteksi Dini di Rumah. (Foto: Istimewa)

Rekomendasi Alat Tes Antigen Covid-19 Mandiri untuk Deteksi Dini di Rumah. (Foto: Istimewa)

Info Warga – Melonjaknya kasus Covid-19 di Tanah Air, pemerintah memperbolehkan masyarakat lakukan tes antigen mandiri tanpa bantuan tenaga kesehatan. Alat antigennya ada yang lokal juga loh.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ngabila Salama menjelaskan aturan tes Covid-19 mandiri di rumah tertuang di Permenkes 23/2023 halaman 14 Nomor 15.

“Dalam rangka deteksi dini Covid-19, masyarakat dapat melakukan tes antigen mandiri tanpa bantuan tenaga kesehatan baik saat pengambilan spesimen hingga pembacaan hasil tes,” ujar ngabila, Rabu (13/12/2023).

Berikut ini daftar alat antigen yang bisa digunakan untuk tes Covid-19 mandiri yang sudah tercatat di Kementerian Kesehatan (Kemenkes):

1.Juvara

Alat antigen Juvara SARS CoV 2 ini merupakan produk dalam negeri alias AKD, berupa Antigen Rapid Test Kit Nasal Specimen, dengan nomor 20303220250 dan diproduksi PT. Jayatunggal Sekarmulia.

2.Fastclear Q

Alat tes Covid-19 ini juga termasuk produk dalam negeri, dengan nomor AKD 20303122391. Fastclear Q Covid-19 Ag Nasal ini merupakan buatan PT Standard Biosensor Healthcare.

3.BPRO Covid-19

BPRO Covid-19 Ag Rapid Diagnostic Test (NASAL) juga produk buatan dalam negeri, dengan nomor AKD 20303220133 dan merupakan produksi PT. Prodia Diganostic Line.

4.Pabio Covid-19 Ag Self Test

Berbeda dengan 3 alat tes Covid-19 mandiri di atas yang merupakan buatan lokal, alat ini merupakan produk impor dengan nomor AKL 20303321080.

Vaksinasi Covid-19 Dosis 4 Cuma 10 Persen

Menurut dr. Ngabila, per Desember 2023 di DKI Jakarta masyarakat yang mendapat vaksinasi dosis Covid-19 dosis ke-4 baru mencapai 10 persen dari 8,4 juta target pemberian vaksin usia 18 tahun ke atas.

“Kami menghimbau masyarakat segera melengkapi vaksinasi. Padahal prinsip vaksinasi lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali,” papar Ngabila.

Seperti diketahui, vaksinasi terbukti sangat efektif untuk mencegah keparahan dan kematian Covid-19 terutama untuk kelompok berisiko tinggi meninggal, seperti pra lansia lebih dari 50 tahun, belum lengkap vaksinasi, penyakit penyerta alias komorbiditas hipertensi, diabetes melitus, stroke, penyakit jantung dan ginjal, kanker, TBC, HIV, dan imunodefisiensi lainnya. (Dari berbagai sumber/ Nia Dwi Lestari).

Share :

Berita terkait

Berita Terkini

Kritik Pendidikan, Maudy Ayunda Malah Kena Semprot Warganet

Berita Terkini

Luar Biasa! Pos Lion Parcel Paso dan Ekspedisi IndoFerro Yakin Timnas Indonesia Juarai Piala Asia U-23

Berita Terkini

Bakamla Resmi Buka Latihan Bersama KKPH di Laut Timur

Berita Terkini

Polres Jakbar dan Nakes Beri Motivasi dan Salurkan Bantuan Sembako untuk Keluarga Pasien Gagal Ginjal

Berita Terkini

Polresta Serang Kota Amankan Dua Pemuda Pengedar Obat Keras

Berita Terkini

Geger! Minuman Wine Berlabel Halal

Berita Terkini

Hasil Sepakbola ASEAN Games, Timnas Indonesia Sukses Tundukkan Kirgistan 2 – 0

Berita Terkini

Terapkan Digital Marketing Khusus, Marketz.Id Bantu Customer Capai Hasil 10X