Home / Berita Terkini / Headline

Kamis, 7 Desember 2023 - 21:56 WIB

Deteksi Dini Gejala Infeksi Bakteri Mycoplasma Pneumoniae pada Anak dan Tips Pencegahan

Bakteri Mycoplasma pneumoniae kini tengah jadi sorotan. (Foto: Istimewa)

Bakteri Mycoplasma pneumoniae kini tengah jadi sorotan. (Foto: Istimewa)

Info Warga – Berikut gejala infeksi bakteri mycoplasma pneumoniae pada anak.

Akhir-akhir ini, dunia digegerkan dengan lonjakan kasus pneumoniae yang terjadi di China pada medio Oktober hingga November 2023.

Lonjakan kasus pneumoniae banyak menyerang anak-anak dan membuat fasiliatas kesehatan di China penuh.

Menurut organisasi kesehatan dunia (WHO), pemicunya bukan patogen baru, melainkan mycoplasma pneumoniae.

Mycoplasma pneumoniae adalah bakteri yang dapat menyebabkan penyakit dengan cara merusak lapisan sistem pernapasan.

Seperti di tenggorokan, paru-paru, batang tenggorokan.

Lantas apa gejala terinfeksi bakteri mycoplasma pneumoniae?

Gejala Bakteri Mycoplasma Pneumoniae

Bedasarkan laman Universitas Muhammadiyah Surabaya, Dokter Spesialis Anak, Gina Noor Djalillah, mengatakan jika pneumonia ini bisa menyerang semua usia.

Akan tetapi akan sangat rawan terkena pada anak-anak dan lansia.

Adapun gejala infeksi bakteri mycoplasma pneumoniae pada anak, sebagai berikut.

  • Demam,
  • Batuk,
  • Sesak nafas,
  • Bersin,
  • Hidung tersumbat atau berair,
  • Sakit tenggorokan,
  • Mata berair,
  • Hingga muntah dan diare.

Dalam hal ini Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan beberapa tips pencegahan infeksi bakteri mycoplasma pneumoniae.

Berikut beberapa tips pencegahan infeksi bakteri mycoplasma pneumoniae pada anak menurut IDAI.

1. Beri ASI eksklusif dan MPASI yang memadai

Pemberian asupan ASI dan MPASI yang cukup akan memberikan proteksi perlindungan alamiah pada bayi dalam hal gizi.

MPASI atau makanan pendamping ASI dianjurkan untuk mulai diberikan sejak bayi berusia 6 bulan.

Sedangkan ASI dapat diberikan hingga usia 2 tahun.

2. Lengkapi Imunisasi Anak

Imunisasi yang lengkap dapat menjadi salah satu cara mencegah pneumonia anak, dan juga berbagai penyakit lain.

Misalnya campak, batuk rejan, difteri, dan penyakit berat lainnya.

Seorang bayi bersiap untuk menerima imunisasi.

3. Rajin Cuci Tangan dengan Sabun.

Mencuci tangan secara rutin, bisa melindungi anak-anak dari berbagai penyakit serius.

Seperti pneumonia, diare, bahkan COVID-19.

Cuci tangan yang rutin menjadi penting karena ada jutaan bakteri dan virus tak kasat mata yang bisa menempel di tangan.

4. Memakai Masker saat di Tempat Umum

Masker sangat efektif untuk mencegah penularan pneumonia yang disebabkan oleh droplet pernafasan yang dihirup.

Penggunaan masker yang benar juga diperlukan agar penularan pneumonia dapat dicegah terutama saat anak-anak berada di tempat umum.

5. Kurangi Polusi dalam Rumah

Polusi udara juga bisa menjadi salah satu faktor risiko pneumonia pada anak.

Jadi, polusi udara, termasuk yang ada di dalam rumah, sebaiknya dihindari.

Himbauan Kementerian Kesehatan RI

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengeluarkan himbauan terkait merebaknya kasus Pneumonia di China.

Kemenkes menghimbau agar masyarakat tidak panik menyusul penyebaran undefined pneumonia.

Namun, masyarakat diingatkan agar meningkatkan kewaspadaan diri terlebih bila melakukan perjalanan ke luar negeri.

Dalam hal ini Kemenkes juga telah mendorong fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) dan pintu masuk negara untuk aktif pelaporan temuan kasus pneumonia melalui saluran yang disediakan.

Yakni Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon Event Based Surveillance (SKDREBS)/Surveilans Berbasis Kejadian (SBK) maupun ke PHEOC.

Upaya mitigasi tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri, melainkan harus dibarengi dengan komitmen seluruh masyarakat agar pengendalian pneumonia lebih optimal. (Dari berbagai sumber/ Nia Dwi Lestari).

Share :

Berita terkait

Berita Terkini

Syiar Ramadan di Kampus Universitas Indonesia

Berita Terkini

Tips Aman Meminjam Uang dari Pinjaman Online dengan Bijak

Berita Terkini

Cek Saldo BPJS Ketenagakerjaan Lebih Mudah dengan 3 Cara Online, Bisa Melalui Aplikasi

Berita Terkini

Sambut Hari Jadi Polwan ke-74, Polda Banten Gelar Donor Darah Bersama Kowad

Headline

4 Kota di Indonesia yang Cocok Buat Healing

Berita Terkini

Polisi Tinjau Kawasan Tergenang Air di Kalideres Cegah Kemacetan Panjang

Berita Terkini

Pemudik di Tol Cikampek Capai Angka Tertinggi, Kapolri: Berkat Rekayasa Lalin Semua Berjalan Lancar

Berita Terkini

8 Arti Dibalik Mimpi Dirawat di Rumah Sakit