Home / Berita Terkini

Sabtu, 23 Desember 2023 - 18:21 WIB

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Baju Masih Kotor Setelah Dicuci

Penyebab Pakaian Masih Kotor Setelah Dicuci (Foto: Istimewa)

Penyebab Pakaian Masih Kotor Setelah Dicuci (Foto: Istimewa)

Info Warga – Apakah kamu sering mendapati pakaian kamu masih kotor dan bau meski sudah dicuci? Ada berbagai faktor yang menyebabkan hal ini terjadi. Salah satunya ada masalah pada mesin cuci.

Lalu, apa yang menyebabkan pakaian kotor setelah dicuci dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasan berikut.

Penyebab Pakaian Masih Kotor Setelah Dicuci

Berikut beberapa penyebab pakaian masih kotor setelah dicuci.

Drum Mesin Cuci kotor

Kebersihan mesin cuci perlu diperhatikan sekitar sebulan sekali. Sebab meski memiliki fungsi untuk membersihkan. Bukan berarti mesin cuci bisa bersih sendiri. Kotoran sisa dari proses mencuci bisa menumpuk dan mengotori drum mesin cuci. Drum mesin cuci yang kotor akan membuat bakteri dan jamur dapat tumbuh kemudian menyebar ke pakaian selama siklus pencucian. Selain itu, hal ini juga jadi penyebab pakaian berbau tidak sedap.

Menggunakan Terlalu Banyak Deterjen atau Pelembut

Selanjutnya, penyebab pakaian kotor setelah dicuci adalah memakai deterjen atau pelembut yang terlalu banyak. Sebelum memasukan deterjen atau pelembut, ada baiknya kamu membaca petunjuk mesin cuci untuk mengetahui jenis detergen yang dibutuhkan. Mesin cuci dengan efisiensi lebih tinggi membutuhkan lebih sedikit detergen. Jadi, jika menemukan noda putih atau biru pada pakaian setelah mencuci, kamu mungkin memasukkan terlalu banyak sabun ke dalam drum.

Mesin cuci efisiensi tinggi juga tidak membutuhkan banyak air dalam siklus pencucian seperti model lama. Menambahkan terlalu banyak sabun, akan menghasilkan banyak busa sehingga mesin tidak dapat membersihkannya sepenuhnya dari pakaian.

Ada Karat Pada Mesin Cuci

Karat juga menjadi penyebab pakaian kotor setelah dicuci. Biasanya, hal ini tidak kamu sadari hingga mendapatkan noda coklat kemerahan. Untuk noda karat, jika terjadi pada bagian penggiling atau drum, kamu perlu memanggil teknisi untuk memperbaiki mesin cuci.

Cara Mengatasi Noda Setelah Pencucian

Mengetahui apa penyebab pakaian kotor setelah dicuci adalah hal bagus, tetapi tidak membuat proses menghilangkannya menjadi lebih mudah. Untungnya, jika menemukan noda-noda ini sebelum mencuci pakaian dan dikeringkan beberapa kali, seharusnya bisa menghilangkannya.

Noda Jamur

Jika memiliki noda hijau kehitaman berlendir di seluruh pakaian, kemungkinan besar ada jamur yang muncul dalam siklus pencucian kamu. Untungnya, menghilangkan noda jamur dari pakaian dapat dilakukan dengan mudah menggunakan rendaman cuka yang diencerkan.

Caranya mudah untuk membunuh spora jamur yang menempel, cukup rendam pakaian di dalam cuka dengan takaran sekitar 3 sampai 7 liter air selama 30 menit.

Noda Deterjen Cucian Berwarna Biru dan Putih

Ada banyak cara menghilangkan noda deterjen. Kamu dapat menggunakan cuka dengan cara sama seperti pada pakaian yang terkena noda jamur dan lumut atau mencoba salah satu dari metode lain untuk menghilangkan noda deterjen.

Noda Karat

Noda karat pada baju memiliki bentuk noda kecil kemerahan. Salah satu cara untuk membersihkan noda karat dari pakaian adalah menambahkan kurang lebih 236 ml air perasan lemon ke dalam air cucian, kemudian masukkan pakaian ke mesin cuci.

Noda Pewarna Pakaian yang Luntur

Untuk menghilangkan noda pewarna atau luntur pada pakaian, kamu bisa coba gunakan pemutih. Kamu juga bisa membersihkan pakaian dengan noda warna luntur dengan pemutih yang sangat encer, sekitar dengan takaran air sekitar 3 liter.

Demikian penyebab pakaian kotor setelah dicuci dan cara mengatasinya. Semoga bermanfaat! (Dari berbagai sumber/ Nia Dwi Lestari).

Share :

Berita terkait

Berita Terkini

Boyband P1HARMONY Konser di Jakarta, Intip Tanggal dan Harga Tiketnya

Berita Terkini

Panduan Pakaian dan Tata Tertib Ujian SKD CPNS yang Wajib Diketahui

Berita Terkini

Upaya Polri Ciptakan Mudik Sehat, Aman dan Lancar

Berita Terkini

Penyebab Harga Daun Pisang di Jepang Capai Rp165.000 Per Lembar

Berita Terkini

Kerjasama CTC dan Pemerintah Dorong Investasi Berbasis ESG

Berita Terkini

7 Cara Cegah Kepadatan Lalin Arus Balik: One Way, RAMS Hingga Rute Alternatif

Berita Terkini

Cara Mudah Menggunakan Fitur Arsip WhatsApp di Perangkat Android dan iPhone

Berita Terkini

Tidak Disangaka 7 Hewan ini Bisa Deteksi Bencana Alam