Home / Berita Terkini

Selasa, 19 April 2022 - 09:29 WIB

Masjid Ukhuwah Islamiyah UI Depok Pupuk Toleransi di Bulan Ramadhan

Masjid Ukhuwah Islamiyah

Masjid Ukhuwah Islamiyah

InfoWarga – Salah satu yang dirindukan di saat Ramadhan adalah kebersamaan dalam menjalankan ibadah salat tarawih. Meskipun masih dalam suasana pandemi Covid-19, semangat melaksanakan salat tarawih berjamaah sangat dirasakan di Masjid Ukhuwah Islamiyah Universitas Indonesia (UI). Pelaksanaan ibadah ini tentunya dengan protokol kesehatan yang ketat, dan belum dibuka secara penuh untuk umum.

Masjid Ukhuwah Islamiyah UI berlokasi di area teduh, menciptakan rasa tenang saat menjalankan ibadah, namun ada yang lebih menarik dan menyejukkan, yaitu salat tarawih yang dilaksanakan dengan sikap dewasa dan kearifan para jemaah dalam menyikapi perbedaan. Hal ini dirasakan langsung Kepala Makara Art Center UI, Ngatawi Al-Zastrouw, yang berkesempatan mengikuti salat tarawih di masjid Ukhuwah Islamiyah UI.

“Ketika diumumkan bahwa salat tarawih akan dilakukan 20 rakaat, saya merasa adanya suasana perubahan. Perubahan jumlah rakat ini mencerminkan adanya kearifan pengelola masjid UI, sehingga memberikan kesempatan pada kelompok yang berbeda (yang melakukan tarawih 20 rakaat) untuk memimpin salat tarawih,” ujar Zastrouw.

Jelang salat tarawih dimulai, disampaikan pengumuman kepada jemaah tentang jumlah rakaat salat yang akan dilaksanakan dan beberapa imbauan kepada jemaah agar salat bisa dilaksanakan secara khusyuk. Pada tahun-tahun sebelumnya, masjid Ukhuwah Islamiyah UI melaksanakan shalat tarawih 8 rakaat dan witir 3 rakaat. Berbeda dengan kali ini, Masjid Ukhuwah Islamiyah mengumumkan akan melaksanakan salat tarawih 20 rakaat dan witir 3 rakaat.

“Yang lebih menarik adalah sikap toleran dari jemaah. Ketika salat tarawih sudah mencapai delapan rakaat, ada beberapa jemaah yang keluar dari shaf (barisan). Di antara mereka yang keluar ada yang langsung melaksanakan salat witir secara sendiri (munfarid) ada juga yang duduk-duduk di dalam masjid sambil berdzikir. Sedangkan beberapa jemaah lainnya meneruskan salat tarawih bersama imam sampai 20 rakaat. Setelah jemaah dan imam selesai tarawih 20 rakaat, orang-orang yang duduk dan berdzikir kemudian berdiri dan mengikuti salat witir secara berjamaah bersama dengan jamaah lain yang tarawih 20 rakaat,” kata Zastrouw.

Hal ini mencerminkan sikap kedewasaan dan kearifan para jemaah dalam menyikapi perbedaan. Mereka tidak lagi memperdebatkan jumlah rakaat atau mengedepankan pemahaman mereka dalam melaksanakan praktik ibadah. Sebaliknya, para jemaah memiliki caranya sendiri dalam menghadapi perbedaan.

“Saya berharap, semoga tradisi menyikapi perbedaan dengan sikap toleran dan moderat yang ada di masjid kampus UI Depok dapat terus dipertahankan dan jemaah yang bersikap seperti yang saya lihat malam itu jumlahnya semakin banyak, agar ketenteraman dan kedamaian dapat semakin dirasakan banyak orang, sehingga wajah Islam menjadi semakin teduh, sejuk, dan menarik karena dapat menebar kebahagiaan pada semua orang,” ujar Zastrouw.

 

Share :

Berita terkait

Berita Terkini

Ketum Persit dan Bhayangkari Tinjau Posko Korban Gempa Cianjur

Berita Terkini

Perhatian! Begini Cara yang Benar Kirim Paket Lion Parcel Melalui Aplikasi

Berita Terkini

Rebecca Klopper Kabur ke Luar Negeri, Ini Faktanya

Berita Terkini

Berbagai Aktivitas Seru yang Menanti di CT ARSA Charity Fun Run 2023

Berita Terkini

Operasi Patuh Maung 2022 Berakhir, Dirlantas Polda Banten Berikan Analisa dan Evaluasi

Berita Terkini

Heboh! Kim Kardashian Buat Sim Sampai Bawa Mua dan Fotografer

Berita Terkini

Kompolnas Puji Orasi Kapolri Saat May Day : Bentuk Pengakuan Negara Atas Peran Buruh

Berita Terkini

Polisi Evakuasi Kecelakaan Lalu Lintas yang Mengakibatkan 1 Korban Tewas di Serang