Home / Berita Terkini

Kamis, 19 Oktober 2023 - 17:11 WIB

Mulai 17 Oktober, E-Commerce Menarik Pungutan Tambahan pada 8 Produk Impor

Ada 8 komoditas impor yang dijual di e-commerce akan dipungut biaya tambahan. (Foto: Istimewa)

Ada 8 komoditas impor yang dijual di e-commerce akan dipungut biaya tambahan. (Foto: Istimewa)

Info Warga — Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan menyebutkan ada 8 komoditas impor yang dijual di e-commerce akan dipungut biaya tambahan. Komoditas itu terdiri dari kosmetik hingga jam tangan.

Direktur Teknis Kepabeanan DJBC Kemenkeu Fadjar Donny Tjahjadi menyebut langkah ini adalah implementasi Peraturan Menteri Keuangan Nomor 96 Tahun 2023 tentang Ketentuan Kepabeanan, Cukai, dan Pajak atas Impor dan Ekspor Barang Kiriman. Donny, sapaan akrabnya, mengatakan beleid ini akan resmi berlaku pada 17 Oktober 2023.

Kehadiran aturan ini mencabut PMK Nomor 199/PMK.010/2019 yang sudah mengatur pungutan tarif bea masuk umum (most favourable nations/MFN) untuk 4 komoditas. Komoditas yang dipungut adalah buku sebesar 0 persen, tas 15 persen-20 persen, produk tekstil 5 persen-25 persen, dan alas kaki atau sepatu 5 persen-30 persen.

Tarif MFN dipungut DJBC di luar bea masuk flat 7,5 persen dan pajak pertambahan nilai (PPN) 11 persen yang berlaku untuk semua barang kiriman.

“Dengan adanya PMK Nomor 96 ini, ada 4 komoditas yang dilakukan penambahan dan dikenakan MFN. Kenapa kita perlu menambah 4 item ini? Karena kami melihat berdasarkan transaksi perdagangan melalui barang kiriman ini, khususnya misalkan komestik, impor komestik sangat tinggi sekali melalui barang kiriman,” bebernya dalam media briefing di Kemenkeu, Jakarta Pusat, Kamis (12/10).

“Kami juga melihat sepeda dan jam tangan, berdasarkan statistik kami melihat ini juga komoditas impor barang kiriman yang tinggi jumlahnya karena tren masyarakat kecenderungan sekarang bersepeda dan membeli jam tangan. Sepeda dimasukkan sesuai HS code dan pembebanan tarifnya 25 persen-40 persen, 40 persen untuk sepeda listrik. Sisanya sesuai HS code,” imbuhnya.

Sedangkan 1 komoditas lain yang dikenakan tarif MFN dalam PMK Nomor 96 Tahun 2023 adalah besi dan baja. Tarifnya berkisar antara 0 persen hingga 20 persen.

Donny menyebut komoditas besi dan baja dimasukkan untuk mengantisipasi shifting importir dari kargo umum ke barang kiriman.

Berikut 8 barang kiriman di e-commerce yang kena tarif MFN:

  1. Tas (15 persen-25 persen)
  2. Buku (0 persen)
  3. Produk tekstil (5 persen-25 persen)
  4. Alas kaki/sepatu (5 persen-30 persen)
  5. Kosmetik (10 persen-15 persen)
  6. Besi dan baja (0 persen-20 persen)
  7. Sepeda (25 persen-40 persen)E-Commerce
  8. Jam tangan (10 persen)

(Dari berbagai sumber/ Nia Dwi Lestari).

Share :

Berita terkait

Berita Terkini

2.123 Perwira Polri Dilantik Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo

Berita Terkini

Kapolda Metro Jaya Gelar Acara Guyub Ketua Rukun Warga Se-Jakarta Timur

Berita Terkini

Polsek Kalideres Ajak Warga Sinergi Wujudkan Kamtibmas Aman dan Kondusif Pasca Pemungutan Suara

Berita Terkini

Ini Tampang Oknum Debt Collector Kredivo yang Kerap Tebar Ancaman ke Korban

Berita Terkini

10 Kota Layak Huni di Asia, Jakarta Ranking Berapa ya?

Berita Terkini

Pemerintah Thailand Teken Kerja Sama dengan Perusahaan CTC

Berita Terkini

Gempa Bumi Magnitudo 3,4 Guncang Wilayah Barat Daya Kabupaten Bandung

Berita Terkini

Cara Mudah Non Aktifkan Akun Instagram Secara Permanen atau Sementara