Home / Berita Terkini

Selasa, 20 Juni 2023 - 15:12 WIB

Tambang Emas Terbesar di Dunia, Salah Satunya Ada di Indonesia

Ilustrasi Tambang Emas (Foto Istimewa)

Ilustrasi Tambang Emas (Foto Istimewa)

Info Warga- Banyak sekali perusahaan tambang tersebar di berbagai negara yang memproduksi ratusan bahkan hingga miliaran ons emas setiap harinya. Emas merupakan sumber daya alam yang sangat potensial tinggi dalam meningkatkan perekonomian sebuah negara. Berikut beberapa tambang emas terbesar di dunia!

  1. Nevada Gold Mines, Kompleks pertambangan ini menghasilkan 68,5 persen logam mulia. Tambang emas asal Amerika Serikat ini merupakan hasil kerja sama dari dua produsen tambang emas terbesar di dunia yakni Barrick Gold dan Newmont Corporation. Pada tahun 2021 mencapai lebih dari 5,9 juta ons proyek tambang emas ini menghasilkan. Pada Tahun 2021 Barrick Gold memproduksi emas sebanyak 4,4 juta ons yang membawa perusahaan tersebut menempati posisi kedua secara global. Pada tahun 2021 saja, total produksi dari tambang ini sebanyak 3.311.000 ons yang mencakup 2,9 persen total produksi emas di seluruh dunia. Sehingga Amerika Serikat menempati peringkat sebagai negara penghasil emas terbesar keempat di dunia.
  2. Grasberg, Ada di Indonesia tepatnya di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, yang bernama Grasberg. Tambang emas dan tembaga ini dimiliki oleh Freeport-McMoRan. Produksi di Grasberg ini sekitar 5 juta pon tembaga dan 5.000 ons emas setiap harinya. Grasberg asal Indonesia ini pernah menghasilkan produksi paling besar di dunia di tahun 2001 yakni sebesar 3,5 juta ons. Namun seiring dengan pertambahan usia produksi tambang emas Grasberg terus menurun. Anak perusahaan Freeport-McMoRan, PT Freeport Indonesia kini sedang melakukan kegiatan pengembangan jangka panjang yang menurut perusahaan tersebut bisa berpotensi menghasilkan lebih dari 6 juta ons emas dan 6 miliar pon tembaga antara tahun 2028-2041 nantinya.
  3. Olimpiada, Tambang terbuka yang telah berproduksi sejak tahun 1996. Tambang ini letaknya di Olimpiade Kota Krasnoyarsk Siberia Timur. Perusahaan yang mengelola Olimpiada adalah Polyus Corporation. Tambang ini menghasilkan 1.3Moz emas pada 2018. Tambang emas ini terduga memiliki cadangan sebesar 21 juta ons emas dan sumber daya terukur dan terindikasi sebesar 48 juta ons. Pada tahun 2023 diperkirakan akan meningkat karena bijih berkadar tinggi ini akan diproses setelah penambangan zona kaya kandungan emas di lubang Vostochny.
  4. Boddington, Salah satu tambang penghasil emas terbesar di Australia. Tambang ini dimiliki sepenuhnya oleh Newmont. Tambang emas terbuka pertama kali beroperasi pada tahun 1987 dengan mengekstraksi bijih oksida dangkal sampai 70 m di bawah permukaan. Produksi komersial dari tambang emas Boddington dimulai pada tahun 2009 dengan perkiraan umur tambang hingga 20 tahun. Pada tahun 2023 ini produksi Boddington diperkirakan berdampak signifikan pada stabilitas produksi emas.
  5. KibalI, Tambang emas terbesar yang terletak di Republik Kongo Afrika Tengah. Kibali merupakan perusahaan patungan antara (45 persen), AngloGold Ashanti (45 persen) dan Societe Miniere de Kilo-Moto (10 persen). Tambang tersebut mulai berproduksi pada tahun 2013 dan dioperasikan oleh Barrick. Kibali memiliki cadangan emas terbukti dan terduga sebesar 4,6 juta ons dan sumber daya emas terukur dan terindikasi sebesar 7,1 juta ons.

Demikianlah beberapa informasi mengenai tambang emas terbesar di dunia!(Dari Berbagai Sumber/Nita)

Share :

Berita terkait

Berita Terkini

Awas! Terlalu Sering Konsumsi Penyetan Berbahaya Bagi Kesehatan Tubuh

Berita Terkini

Yuk Mengenal Arti Hidup, Supaya Kamu Bisa Merasa Lebih Bermakna

Berita Terkini

Lionel Messi Sukses Rusak Mimpi Cristiano Ronaldo

Berita Terkini

Kepolisian Siapkan Ribuan Personel Amankan Peringatan May Day

Berita Terkini

Cabai Mahal? Tetap Nikmat dengan 5 Alternatif Olahan Kreatif yang Ramah di Kantong!

Berita Terkini

Joget Pakai Celana Dalam, Aksi Lucinta Luna ini Bikin Salfok

Berita Terkini

Nicholas Saputra Bungkam Soal Pacar, Nama Ariel Tatum Ikut Terseret

Berita Terkini

Mengulas Perbedaan Pneumonia Biasa dan Infeksi Bakteri Mycoplasma